Seringkali bangsa ini dalam mencapai atau memperoleh sesuatu dengan penyelesaian yang susah. Kadang kala berpikirnya terlalu jauh ke depan dan melambung tinggi padahal bisa jadi dapat diselesaikan dengan cara yang sederhana. Masih ingat kan! Dengan kata-kata ‘kita telah siap menuju lepas landas’, sampai saat ini jangankan untuk lepas landas, untuk ke landas pacuannya saja belum sampai-sampai. Dan saat reformasi ini sudah jauh-jauh hari didengung-dengungkan kalau kita siap menuju pasar bebas (baca:kapitalis) dan melihat krisis ekonomi global yang ada saat ini bersumber dari bapaknya pasar bebas (baca: USA), maka sebaiknya kita berpikir lagi untuk terjun ke pasar bebas tersebut. (more…)
Udah hampir sekitar 5 bulanan semenjak aku lulus (per sidang Juni) belum juga dapet kerjaan tetap. Efektif job seeking sih sekitar mulai Oktober, karena SKL sementara dan Transkip nilai sementara baru keluar.
Sekarang masih kerja sebagai honorer di Telkom Japati. Kerjaan seperti ini gak terlalu bisa diandalkan untuk ke depannya. Aku juga ikutan beberapa job fair sih, mulai dari yang diadain oleh ITB, IT Telkom sendiri, sampe UI besok (eh hari ini ya?).
Mau daftar sana-sini bingung juga karena kalo sering gak masuk kantor ikutan job fair dan wawancara sana sini gak enak sama orang-orang kantor. Jadi gak bisa TP-TP, eh maksudnya tebar lamaran sana sini. Sementara ini incar yang pasti-pasti aja macam Telkom, Microsoft (sempet online interview, gak tau sekarang kabaranya gimana), Telkomsel, Detikcom (baru beberapa hari yang lalu). Jadi gak bebas juga sementara nunggu pengumuman akhir Telkom, yang katanya dekat-dekat ini mau diumumkan.
Ngeliat temen-temen yang lain dengan bebasnya lenggang sana lenggang sini, apply sana apply sini, wawancara sana wawancaara sini, kayaknya bebas banget. Aku, test Astra Internasional aja lewat gara-gara gak bisa bolos kerjaanku sebagai TLH ini. Mungkin inilah jalannya. Harus sambil dengan kesibukan.
Ternyata mulai bosen juga, gak ada tantangan lebih (sok sokan). Kurang bisa jalan sana jalan sini, kerjaan setiap hari mentengin komputer, melihat dunia cuman dari kaca jendela yang nan jauh di sana. Gini kali ya rasanya jadi karyawan.
Kemaren sempet kepikiran pengen cari kesibukan yang laen biar menjaga mood biar gak bosen di kantor. Pengen buka gerobak ‘mie ayam’. Eits tapi bukan aku yang jualannya. Aku modalin orang dan kebetulan udah nemu suppliernya. Yah lumayan walau kupikir untungnya gak seberapa (dan mungkin lebih kugedein di gaji penjualnya) tapi setidaknya menyalurkan mood dan kemampuan manajerial biar gak mati kutu beku nan impotent.
Sayang pengalaman dan segala yang udah dipelajari semasa berkelana dulu, kalo udah duduk di kantor dan begitu terus rutinitas seharian, rasanya semua potensi mati.
Besok kalo udah dapet kerjaan tetap, aku bertekad untuk banyak gabung komunitas sana-sini biar menjaga mood dan menyalurkan ‘aktualisasi diri’, dan buka dagangan kecil-kecil mulai dari makanan sampe pulsa, kalau memang di kantor kurang bisa mengakomodir untuk ‘aktualisasi diri’. Pensiun muda? Hmm…. mungkin bisa kupikirkan.
Yup yang penting berasa ‘hidup’