Dimulai dari bangun tidur hari ini, langsung ngambil hape K750i kesayangan. Bukak account Adsense, Paimin History
ternyata sudah Payment Issued. Nyoba buka, akhirnya sudah keluar MTCN (Money Transfer Control Number) dari Western Union. Akhirnya jam 8 udah berangkat ke Bank Mandiri yang juga agen WU di kota Pare tercinta. Karena masih pagi belum banyak nasabah yang datang (sengaja sih!), langsung ke CS-nya yang bapak-bapak
.
Disodorin lembar dari WU untuk diisi, saya isi lengkap MTCN, pengirim, penerima, alamat, amount sambil ngeliat print payment issued dari Adsense biar gak salah. Akhirnya setelah dicek bener dengan nilai kurs 11.600/dolar, bapak CS-nya minta 6000 untuk materai. Sambil ngisi form pencairan, bapaknya nanya-nanya gimana usahanya dapat duit dari Google. Akhirnya ngejelasin dengan bahasa yang se-simpel mungkin. Bapaknya juga ngejelasin kalau ada fee dari WU untuk pencairan, lalu saya tanyakan berapa, bapaknya bilang bisa sampai 1 juta.. beuuuh..
Tapi setelah dicek ulang nominalnya sama dengan yang di amount Adsense, artinya pihak Google sudah membayarkan fee-nya saat WU-nya dikirimkan. Gede juga ya fee-nya, tapi kan gak urus..hehehe.. yang penting nominal duit saya nggak berkurang.. hehehe..
Akhirnya bawa form pencairan ke teller dan dimasukkan ke rekening Bank Mandiri saya. Cepat banget nggak sampe 30 menit udah masuk rekening, coi!! (sambil gaya Budi Anduk).
Ini form yang tersisa buat saya dari Bank Mandiri

Mengenai limit $2000 dari Google untuk pencairan via Western Union sepertinya tidak ada, karena toh sama Google amount diatas itu juga tetap dikirimkan.
Selamat menikmati bayaran Instan Adsense via Western Union. Bagi pengalaman anda juga disini (jika berkenan)
Di saat krisis global yang melanda semua lini usaha saat ini, banyak sekali perusahaan yang yang menderita. Beberapa kali saya melihat berita di Detik dot com kalau beberapa BUMN menderita rugi kurs, bahkan kemaren diperkirakan salah satu BUMN sampai rugi kurs 1 Triliun lebih.
Memang nilai tukar rupiah terhadap dolar semakin lemah. Sebelum ada krisis global, nilai tukar bahkan di bawah 10 ribu, tapi sekarang sudah mencapai level 11.500 – 11.900. Bayangkan berapa selisihnya, bisa sampai Rp. 2000/dolar. Jika perusahaan-perusahaan itu sudah melakukan deal pembelian dengan dolar harga kurs lama lalu ternyata pada saat ini harga dolar sudah melambung, maka otomatis mereka akan merugi besar-besaran. Prihatin? Tentu saja prihatin melihat bangsa sendiri terpuruk remuk redam
Tapi tentu saja, hal ini tidak berlaku bagi para penambang receh dolar di internet. Meskipun receh tapi dengan nilai tukar pada kisaran 11.500/dolar, bisa jadi para penambang dolar itu akan menerima penghasilan lebih hingga 20% dari nilai dolar yang dia hasilkan. Misalnya dia mendapat 100 dolar, jika ditukar rupiah dengan harga 10.000 maka dia akan mendapat 1.000.000. Tapi jika dengan kurs dolar 12.000/dolar, dia akan mendapatkan 1.200.000. Saya jadi mikir, kalau itu dikoversikan sebagai rugi kurs, tentu besar sekali kerugian perusahaan hanya karena perubahan nilai kurs ini yang bisa mencapai 20% dari nilai semula.
Saya tidak munafik, saya memang menari di atas penderitaan orang lain. Saya tertawa di saat para direksi perusahaan pusing memikirkan keuangannya yang porak poranda karena nilai tukar rupiah terhadap dolar melemah seperti saat ini.
Tapi ya memang mau apalagi, ini profesi satu-satunya yang saya bisa, dan saya mencintai dolar… hehehe..
Tentunya saya berharap nilai tukar dolar tidak terus melambung agar perusahaan tidak terus merugi dan tetap menjalankan usahanya. Karena banyak sekali orang yang menggantungkan diri dari pekerjaan mereka disana. Kalau semakin banyak PHK tentu saja akan menambah penderitaan masyarakat. Saya harap itu tidak terjadi. Amin
Sejenak saya ingin menikmati nilai tukar dollar yang melambung ini, kawan. Anggap saja saya dan kami para penambang dolar lainnya sedang menambah cadangan dolar bagi negara kami tercinta Indonesia, agar nilai tukar dolar bisa terkendali.
Wallahu’alam bishowab
