
Apa Kabar Indonesia - TV One
“Hallo, Selamat malam Pak Deniar. Saya XXX dari TVOne. Saya dapat rekomendasi dari ***** mengundang untuk jadi nara sumber di acara Apa Kabar Indonesia…” weh langsung kaget aku. Ada apa ini, bumi gonjang-ganjing… tuk..tuk.. tuk..
Kemaren malem dihubungi oleh salah satu tim Apa Kabar Indonesia dari TVOne. Untuk datang sebagai nara sumber masalah kriminalitas (penculikan) yang terjadi via situs jejaring social (Facebook). Memang berita ini lagi hot di media. Tentang penculikan seorang anak (gadis) oleh seseorang yang dikenalnya melalui Facebook.
Lalu kenapa aku yang dipilih/dihubungi? Mari kita coba analisis bersama, ada beberapa kemungkinan:
- Mungkinkah seseorang menemukan kartu namaku jatuh di jalan, kemudian ditemukan dan tertera embel2 komunitas dunia maya, atau pakar IT, atau apapun? Hmm… rasanya aku gak pernah buat kartu nama model2 begitu. Ada juga kartu nama gambar Detective Conan dulu pernah buat jaman SD/SMP ^_^. Ah rasanya bukan karena ini.
- Apakah aku pernah jadi korban penculikan? Hmm… sebentar kuingat-ingat dulu. Apa aku pernah diculik dan amnesia sewaktu kecil? Ngg… kayaknya nggak deh, jaman dulu gak ada facebook. Baru kenal internet juga waktu SMP. Kalo diculik belum pernah, tapi kalo kecurian sepeda sewaktu maen di ding-dong pernah.
- Bokap pernah jadi korban penipuan di internet? Yup, kalo cerita ini benar. Papaku beberapa kali berhubungan dengan penipu di internet mulai embel2 warisan, penyelamatan dana luar negeri, sampai penemuan uang pasca peperangan. Dan papa sampe beberapa kali berhubungan dengan orang2 asing tersebut, sampai2 telpon dan janjian ketemuan di Indonesia (Jakarta dan Semarang). Tapi tidak pernah sampai ketipu, hanya sejauh investigasi dan memuaskan rasa penasaran tentang modus2 penipuan di internet. Tapi kayaknya bukan alasan itu, seharusnya bokap yang diundang.
- Atau mereka menganggap akulah pelakunya? Hoh? Oh no.. apakah tampangku tampak seperti kriminal? Hmm…. (sambil mengaca). Yang ini jelas gak mungkin… Masak datang ke Wisma Nusantara pakai topeng dengan identitas disembunyikan? He he.. aya-aya wae….
Sebelumnya saya ucakan mohon maaf tidak dapat memenuhi undangan ini, karena setalah dirasa dan dipikir sejenak aku tidak ada hubungannya dengan hal2 ini. Dibilang pakar juga bukan, pengalaman juga masih cetek, Aktivitas on-line juga gak intens paling cuman blog dan facebook. Twitter aja nganggur gak pernah dipake. Yang jelas bukan jejaring sosial-er banget. Ntar salah ngomong, cuap sana cuap sini malah ngelantur di-’ece’ (ejek) kayak Roy Suryo kan berabe, cuman beda kumis doank.
Akhirnya jurus andalan terakhir, lempar ke orang laen… Hi hi hi akhirnya siapa ya yang bakal tampil? Jadi penasaran.